Article

Perjumpaan Petrus3

Tanpa perjumpaan seseorang tidak mungkin membangun hubungan. Hubungan selalu dimulai dengan perjumpaan. Sedangkan kita tahu bahwa Kekristen an sendiri adalah hubungan. Kegagalan perjumpaan akan mengakibatkan kegagalan dalam membangun sebuah hubungan. Seseorang yang gagal membangun hubungan dia akan gagal mengenal siapa Yesus yang sebenarnya. Agama muncul dari kegagalan akan pengenalan Yesus, karena digantikan dengan cara yang lain yang menurut manusia. Kalau kita salah meletakan perbuatan maka kita tidak pernah mampu melakukan yang Tuhan mau. Bahkan perbuatan baik dari Tuhan kalau tidak diawali dengan perjumpaan maka kita tidak akan bertahan. Perbuatan baik itu harus diletakkan setelah perjumpaan, bukan sebelum perjumpaan. Kalo sebelum perjumpaan akan mengakibatkan kegagalan. Contoh : Tuhan telah berbuat baik banyak kepada orang Israel, pada akhirnya pun mereka tetap membuat anak lembu emas. Bangsa Israel tidak pernah berjumpa dengan Tuhan. Yang berjumpa dengan Tuhan adalah Musa. Karena perbuatan baik itu tidak diawali perjumpaan. Kalau diawali perjumpaan, perbuatan baik itu merupakan akibat dari mencintai Tuhan.

Petrus yang terus bersama-sama dengan Yesus selama 3.5 tahun, toh menyangkal Yesus. kapan Petrus melakukan perjumpaan dengan Yesus? Pertanyaannya kapan Petrus berkarya.

Mat 26 : 69 – 75

  1. Ayat 70 :Menyangkal

  2. Ayat 72 : menyangkal dan bersumpah

  3. Ayat 74 : mengutuk dan bersumpah

Setelah itu Petrus hancur berkeping – keeping, duka yang mendalam karena telah mengkianati Yesus. Mimpinya Petrus berakhir dengan kematian Yesus di kayu salib

Masa 3.5 Yesus dengan murid-muridnya, Yesus sedang mengajarkan kebenaran. Yesus meletakan pondasi, value, kebenaran dan mengajar mereka. Untuk menjadi pelaku kita butuh kekuatan. Dan kekuatan itu hanya bisa di hasilkan dari perjumpaan.

Setelah Yesus mati di kayu salib, murid-muridnya kembali kehidupan lama mereka. Uniknya Yesus setelah bangkit tidak langsung naik ke surga. Dia menjumpai murid-murid nya, setelah itu semua muridnya berubah 180 derajad.

Sebuah kebenaran tanpa perjumpaan? Kita melihat akhirnya petrus pun menyangkal. Masa 3.5 tahun adalah pergerakan milik Yesus, pada masa itu murid-muridnya menonton, melihat, belajar. Tapi Yesus tahu kalo mereka tidak dijumpai, murid-muridnya tidak mempunyai kekuatan untuk melakukan apapun. Apakah kita bisa lebih hebat dari Yesus, kalo tidak jangan pernah sekalipun mencoba untuk memakai caranya Yesus hanya bersama-sama tapi kita harus berpikir keras bagaimana harus berjumpa dengan Yesus. Setelah Yesus mati di kayu salib, Yesus melihat sendiri bahwa murid-murid nya kembali ke kehidupan lama. Tapi Yesus menjumpai mereka satu persatu dan memulihkan mereka.

Ada sebuah ilustrasi, setelah Yesus mati di kayu salib. Yesus bercakap cakap dengan malaikat. Malaikat itu bertanya kepada Yesus untuk melihat murid-muridnya yang kembali ke kehidupan lama. Apakah Yesus tidak punya rencana lain? Yesus hanya percaya kepada murid-murid nya. Yesus hanya menjumpai mereka satu persatu.

Semangat dan keberanian nggak cukup, dibutuhkan perjumpaan untuk melakukan smua apa yang terjadi. Tantangan akan terus ada dlm hidup kita. Semangat bisa pupus karena tantangan dan permasalahan dlm hidup kita. Tetapi perjumpaan lah yang akan membuat kita bertahan.  Untuk membuktikan semangat, kita perlu kekuatan ilahi. Kekuatan ilahi itu di butuhkan dari dari perjumpaan akan Tuhan. Harus ada perjumpaan terlebih dahulu maka kita akan punya kekuatan. Dan kekuatan ini yang akan mendampingi semangat. Semua yang ada dalam hidup kita, kebenaran, nilai akan hanya mengkristal kalo di himpit tantagan, masalah dan akhirnya hancur berkeping-keping kalau tanpa perjumpaan.

Dibalik perjumpaan ada hal-hal yang terjadi ( yoh 21 : 15 – 19 ) :

  1. Pemulihan hidup

  2. Menerima Mandat

  3. Akan membawa kita kearah masa depan kita yang jelas

Petrus menyangka 3 kali, Yesus pun bertanya kepada petrus 3 kali juga apakah petrus mengasihi Yesus. Yesus sedang menurun kan standardnya untuk mengikuti petrus dengan menanyakan apakah petus mengasihi ( philia ) terhadap Yesus. Setiap perjumpaan selalu menghasilkan pemulihan. Pemulihan terhadap : ketakutan, kekuatiran, kegagalan, traumatis, luka yang mendalam – perjumpaan menghasilkan perubahan, makanya petrus dijumpai untuk melakukan rekonsialisasi terhadap Yesus. Kalau petrus tidak dijumpai Tuhan Yesus, maka petrus tidak akan melakukan apa-apa.Kenapa hanya petrus? Karena petrus yang menyangkal!!

Semakin engkau sering berjumpa dengan Tuhan, maka hidupmu akan pulih. Walaupun sekelam apapun hidup mu. Perjumpaan akan menghasilkan mandat atau misi. Apakah saudara memiliki mandate yang kuat hari hari ini? Kalau anda punya pasti datangnya dari Tuhan. Maka kita akan melakukan dengan kekuatan Tuhan.

Perjumpaan akan membawa kita kearah masa depan lebih jelas. Kadang kita kabur, tetapi kalau kita mengalami perjumpaan maka masa depan kita jelas.

Tanpa perjumpaan Petrus hanya pecundang. 3 hal jadi milik petrus sejak saat itu. Setelah jaman kisah para rasul, kotbah petrus kis 2 : 14 – selama ini petrus hanya melihat dan kembali kehidupan lama, setelah bertobat di jumpai Tuhan dan menerima mandat, 3000 orang bertobat!! Mujizat mulai terjadi dan jiwa mulai dimenangkan kalau kita mengalami perjumpaan. Petrus yang pecundang berubah hidupnya, saudara harus bertemu Tuhan. Di depan mahkamah agama Petrus dengan berani bersaksi tentang Tuhan. Padahal dahulu dia pernah menyangkal, dahsyat karena dijumpai Tuhan dan Roh Kudus turun atas nya. Perjumpaan dengan power, truth , love encounter maka akan meledak dengan hebat

Mari kita renungkan bersama, semangat itu baik tetapi tanpa perjumpaan kita tidak melakukan semangat itu. Tapi semangat yang di sertai perjumpaan akan membedakan setiap orang yang akan kita layani bersama-sama. Di tahun 2016 mari kita kejar perjumpaan dengan Tuhan, menjadikan Yesus jadi pusat. Doakan untuk 2016 menjadi tahun perjumpaan kita dengan Roh kudus, Yesus dengan Bapa. Berdoa dan berseru untuk dijumpai dan encounter di mana pun kita berada.