HOME     MINISTRIES     EVENTS     GALLERY     SERMON     CHANGER COMMUNITY     ARCHIVES    CONTACT US     ABOUT US     DOWNLOAD     FORUM

Oleh : Budi Utomo
Kunci Kebahagiaan
17-01-2010

Semua orang hidup pasti mencari kebahagiaan. Bahkan banyak orang rela membayar segala sesuatu agar mereka hanya mendapatkan kebahagiaan. Tetapi seringkali setiap orang mempunyai definisi yang berbeda-beda tentang kapan seseorang disebut berbahagia. Contoh :
  • Ada orang mengatakan bahwa dia berbahagia karena telah menikah, tetapi ada orang yang mengatakan bahwa sejak dia menikah dia tidak pernah mengalami kebahagiaan.
  • Ada orang mengatakan bahwa dia berbahagia jika telah mempunyai banyak harta, tetapi ada juga orang yang telah mempunyai banyak harta tetapi mereka mengatakan hidupnya tidak berbahagia.
Nah oleh karena itu saat ini kita akan belajar kapan seseorang disebut berbahagia menurut kebenaran Firman Tuhan.
 
5 Hal Kapan Seseorang Disebut Berbahagia Menurut Cara Pandang Tuhan :
  1. Pada Waktu Seseorang Hidup Takut Akan Tuhan (Mzm 112:1)
Ada orang yang mengatakan bahwa dia berbahagia jika tetap bisa bekerja dalam suatu perusahaan besar meski seringkali dia diminta untuk melakukan banyak kebohongan disana, tetapi ada juga seseorang yang dirinya siap dikeluarkan oleh suatu perusahaan hanya karena dia tidak mau melakukan suatu kebohongan. Nah, Firman Tuhan berkata bahwa seseorang disebut berbahagia bukan karena dia memiliki segala harta didunia ini, tetapi pada saat dia haus akan Firman-Nya, rindu mendengarkan-Nya dan mau melakukan-Nya.
  1. Pada Waktu Dapat Memperhatikan Orang Yang Lemah (Mzm 41:2)
Banyak orang lebih senang jika berkumpul dengan orang yang kuat dibandingkan berkumpul dengan orang yang lemah. Kenapa? Karena berkumpul dengan orang yang kuat tidak akan merepotkan kita. Tetapi Rom 15:1 menulis bahwa menanggung/memperhatikan orang yang lemah adalah suatu kewajiban buat kita. Jadi jika saat ini disekeliling kita ada banyak orang lemah maka itu seharusnya memberikan sukacita karena hal itu adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk merasakan kebahagiaan.
  1. Pada Waktu Kita Menaruh Belas Kasihan Pada Orang Yang Menderita (Ams 14:21b)
Semakin kita memiliki belas kasihan terhadap orang lain maka siapkan diri kita untuk semakin tidak dapat menikmati hidup kita sendiri/hidup untuk diri sendiri. Karena semakin kita memiliki hati itu, tidaklah mungkin kita bisa bersenang-senang dikala ada banyak orang yang mengalami penderitaan.
  1. Pada Waktu Kita Memelihara Firman Tuhan (Luk 11:28)
Yang menjadi penyebab seseorang tidak dapat menjadi pelaku Firman adalah mereka hanya mendengar tetapi tidak memeliharanya. Nah Firman Tuhan berkata, pada waktu kita memelihara Firman, kita akan disebut orang berbahagia karena Firman itulah yang akan menjaga hidup kita.
  1. Pada Waktu Kita Memberi Untuk Orang Lain (Kis 20:35)
Seringkali banyak orang berbahagia jika mereka menerima sesuatu dari orang lain. Dan itu bukanlah hal yang salah. Tetapi Firman mengajar kepada kita bahwa kita akan lebih merasakan kebahagiaan jika kita dapat memberi kepada orang lain.