Oleh : Samiton Pangelah
Tinggal di Dalam Yesus
31-01-2010
Yoh 15:1-8 menceritakan tentang pokok anggur yang benar. Sebuah ranting dari pohon anggur tidak perlu melakukan usaha untuk berbuah, asal dia menempel pada pokok anggur maka akan otomatis berbuah. Dan Firman Tuhan menulis bahwa kita adalah ranting dari pokok anggur yang benar (ay 5). Jadi asal kita menempel kepada-Nya atau tinggal didalam Dia, maka kita pasti akan berbuah.
Apa yang kita dapat jika kita tinggal dalam Yesus (ay 1-8)?
-
Kita akan berbuah banyak
-
Kita akan dibersihkan
-
Kita bisa minta apa saja
-
Dapat berbuat segala sesuatu
-
Bapa akan dipermuliakan
-
Kita menjadi murid
-
Tidak dicampakkan dalam api
-
Tidak menjadi kering
Semua yang dijelaskan diatas adalah AKIBAT jika kita tinggal dalam Yesus dan jika kita diluar Yesus maka kita tidak bisa berbuat apapun.
Dan ternyata syarat agar kita dapat tinggal dalam Yesus (Yoh 15:9-17) adalah SALING MENGASIHI. Bahkan ay 11 menulis agar sukacita Tuhan ada didalam kita dan sukacita kita menjadi penuh adalah dengan cara SALING MENGASIHI. Jika kita tidak masuk dalam gaya hidup SALING MENGASIHI, maka kita tidak dapat tinggal didalam-Nya.
II Yoh 1:4-6, Yohanes menulis bahwa ada separuh dari jemaat hidup dalam “kebenaran” dan “kebenaran” ini sesuai dengan perintah Bapa. “Kebenaran” ini bukanlah perintah baru tetapi perintah yang ada dari mulanya dan perintah ini adalah SALING MENGASIHI. Jadi sebenarnya seseorang yang baru mengalami lahir baru, dia harus diajar terlebih dahulu tentang perintah ini daripada hal-hal yang lain. Karena dalam surat Yohanes menulis hanya 50% dari jemaat yang hidup dalam kebenaran, berarti ada 50% yang lain tidak hidup dalam perintah ini yaitu SALINGMENGASIHI.
I Yoh 2:18-27, Yohanes menulis bahwa nanti hanya ada seorang antikristus tetapi saat ini banyak anti kristus (ay18). Dan siapa antikristus itu (ay21-24)? Seseorang yang tidak melakukan kebenaran yang ada dari mulanya, yaitu tidak mau saling mengasihi.
Dalam kitab Kejadian, manusia dilarang oleh Allah untuk makan buah pengetahuan baik dan buruk. Karena waktu kita makan buah itu maka kita akan menjadi seperti Allah. Menjadi seperti Allah disini adalah kita menjadi hakim karena tahu membedakan baik dan buruk. Jika kita menjadi hakim maka kita tidak akan sanggup, karena setelah manusia makan buah itu, maka yang pertama kali mereka hakimi adalah diri sendiri (mereka telanjang dan malu akan dosanya, sehingga mereka berusaha menyembunyikan diri pada waktu Allah mau bertemu dengan mereka). Akibat seseorang menghakimi diri sendiri adalah mereka tidak dapat berdamai dengan dirinya dan ini menyebabkan kita tidak dapat berdamai juga dengan orang lain. “Frekwensi” jika kita tinggal dalam Yesus adalah kita saling mengasihi, saling mengampuni, hidup dalam anugrah, tetapi “frekwensi” diluar Yesus adalah saling menghakimi, saling membenci.
Gereja mula-mula itu bukanlah gereja pada jaman kisah para rasul. Tetapi gereja yang dibangun oleh Yesus sendiri dengan 12 murid-Nya. Dan gereja yang dibangun oleh Yesus pasti adalah bentuk gereja yang sempurna. Dan cara Yesus memimpin gereja-Nya adalah dengan cara mengasihi mereka, melayani mereka (Mat 20:26-28).
Apakah saudara pernah berpikir selama 3,5 tahun Yesus bersama murid-muridNya terjadi hal seperti ini?
-
Yesus selalu bangun paling pagi dibanding murid-Nya
-
Yesus selalu menyiapkan makan pagi untuk makan mereka bersama
-
Yesus selalu menyiapkan kayu bakar untuk memasak
-
Yesus selalu mencucikan baju mereka
-
Jika ada muridNya yang sakit, Yesus merawat mereka
-
Yesus selalu mencukupi kebutuhan murid-Nya
Jika kita membaca kejadian-kejadian itu, maka seringkali kita akan berpikir hal itu tidak mungkin. Masakah Yesus melakukan itu semua untuk murid-Nya? Tetapi sebenarnya hal yang diatas itulah yang terjadi. Karena Dia mengatakan :
-
Mat 20:26, Jika kita ingin menjadi besar, hendaklah kita menjadi pelayan dan jika kita ingin menjadi terkemukan hendaklah kita menjadi hamba
-
Mat 20:28, Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani
-
Yoh 13:4-5, Yesus melakukan pekerjaan dari seorang hamba yang paling hina, yaitu membasuh kaki murid-muridNya
Bagaimana dengan kita?
Apakah kita mau tinggal di dalam Yesus?
Apakah kita mau melakukan perintah yang sudah ada dari mulanya?
Apakah kita ingin menjadi seseorang yang bukan termasuk bilangan antikristus?
Apakah kita rindu membangun gereja yang sesuai dengan kehendak Tuhan?
Apakah kita mau memimpin dengan gaya kepemimpinan Yesus?
Kuncinya hanyalah : SALING MENGASIHI