HOME     MINISTRIES     EVENTS     GALLERY     SERMON     CHANGER COMMUNITY     ARCHIVES    CONTACT US     ABOUT US     DOWNLOAD     FORUM

Oleh : Angga Prasetya
Makna Perjamuan Kudus
07-02-2010

Hari-hari ini perjamuan kudus sering diidentikkan dengan acara memecah roti kecil dan minum anggur dalam sebuah ibadah. Tetapi jika kita melihat dalam I Kor 11:20-22, kisah tentang perjamuan malam/perjamuan kudus yang diadakan pada jaman para rasul, sebenarnya mereka bukan makan roti kecil tetapi melakukan acara makan besar bersama dalam suatu komunitas. Dan pada waktu acara makan bersama di komunitas itulah mereka belajar untuk hidup saling berbagi (I Kor 11:33)

 

Apa Pesan Dalam Perjamuan Kudus :

 

1.        Mengingat Tentang Kristus (I Kor 11:23-25)

Uniknya disini Yesus menyuruh kita untuk mengingat Dia bukan hanya waktu kita berpuasa, berdoa atau meminta mukjizat, tetapi pada waktu acara makan bersama. Berarti salah satu cara mengingat Yesus adalah pada waktu kita makan bersama dalam suatu komunitas. Mengapa pada waktu acara makan bersama?

Tidak dapat kita hindari bahwa acara makan bersama dapat merefleksikan suatu kebersamaan atau malahan terlihat perbedaan status. Contoh : bukankah seringkali kita melihat majikan dan pembantu makan dengan meja yang berbeda? Dan jika ada seorang majikan yang melakukan makan bersama dengan pembantu bukankah pasti sang pembantu itu merasakan penerimaan luar biasa dari keluarga tersebut? Oleh karena itu seseorang merasa diterima atau tidak salah satunya adalah melalui makan bersama.

Yesus waktu itu dipandang sebagai orang yang sangat kudus. Tetapi dia malah mau makan bersama Matius, orang berdosa (Mat 9:9-10) dan Zakheus sang pemungut cukai. Sehingga ahli taurat menyebut dia pada waktu itu adalah sahabat orang berdosa. Tetapi justru di meja makan itulah orang-orang berdosa itu merasa diterima, mereka mendapatkan pengampunan dosa dan keselamatan terjadi pada waktu itu.

2.        Menceritakan Kebaikan Tuhan Dalam Hidup Kita (I Kor 11:26)

Mat 9:10 menulis bahwa yang datang makan bersama dengan Yesus dan murid-muridNya bukan hanya Matius tetapi juga datang banyak pemungut cukai dan orang berdosa. Berarti ada kemungkinan saat itu Matius mengajak semua teman-temannya. Dan di meja makan itulah Yesus membimbing mereka, meluruskan hidup mereka, memberikan pengampunan kepada mereka. Sehingga saat itu mereka bisa merasakan kebaikan Yesus waktu makan bersama dengan-Nya.

3.        Mengakui Kesatuan Tubuh Kristus (I Kor 11:29)

Mengakui tubuh Kristus ini berbicara bahwa kita adalah satu tubuh. Dan ini berarti kita mengakui bahwa ada potongan Kristus dalam tubuhmu, ada potongan Kristus dalam tubuhku dan ada potongan Kristus juga dalam teman kita yang lain. Berarti dalam makan bersama, atmosfir yang terjadi adalah atmosfir penerimaan bukan atmosfir penghakiman.