Article

TANTANGAN DALAM MENGIKUT TUHAN3

Tanpa kita sadari orang Kristen sering hanya senang dengan pertumbuhannya. Tetapi yang menjadi tujuan akhir kehidupan bukanlah bertumbuh tapi Berbuah. Yang menjadi tujuan akhir kita mengikut Yesus adalah berbuah. Perlu kita ketahui bersama sebab banyak dari orang Kristen yang hanya suka dalam bertumbuh saja. Dalam Alkitab sangat jelas yang Tuhan Yesus cari adalah berbuah. Tuhan tidak pernah puas kalau kita hanya stuck bertumbuh tanpa akhirnya berbuah.  Adalah baik untuk bertumbuh, tetapi kita harus naik level untuk berbuah.

Apa yang membedakan antara bertumbuh dan berbuah?  

  • Bertumbuh : berbicara tentang focus untuk diri sendiri, yang dilihat dari diri kita.
  • Berbuah : berbicara tentang orientasinya untuk orang lain.


Kita buka di Lukas 13 : 6 – 9

Perumpanaan tentang pohon ara yang tidak berbuah

Yesus yang mengatakan perumpamaan dengan sendirinya, bahwa pohon ara itu tumbuh tetapi seseorang mencari BUAH nya. Yang menarik walaupun pohon itu tumbuh tetapi tidak ditemukan buahnya. Yang menjadi sasaran Yesus dalam mengcapture kehidupan adalah kita menghasilkan buah. Orang itu tetap memberikan kesempatan, selama 3 tahun terus MENCARI buahnya tetapi tetap tidak menemukannya. Yesus tidak pernah kagum atau terpesona dengan pertumbuhanya. Masa depan orang yang tidak menghasilkan buah akan ditebang atau dibuang. Sekali lagi yang menjadi sasaran Tuhan Yesus itu adalah buah yang di hasilkan bukan melihat pertumbuhannya. Tetapi orang itu masih memberi kesempatan untuk bertumbuh lagi, Mungkin tahun depan akan berbuah. Orang itu sebenarnya tidak yakin kalo akan berbuah. Tetapi kalau tidak berbuah pasti akan ditebang. Kesimpulannya yang menjadi kerinduaan hati Tuhan itu buahnya.

Di dalam Alkitab, Yesus berbicara keras tentang buah dan dampak. Mat 5 : 13, fungsi utama garam adalah untuk mengasinkan. Tetapi kalau garam itu menjadi tawar, maka tidak ada lagi gunanya dan akan berakhir dibuang dan diinjak-injak orang.

Beberapa ayat yang menyatakan Tuhan focus pada buah:

- Yoh 15 : 16

Inisiatif itu datang nya dari Tuhan, keputusan datang dari Tuhan sejak awal Tuhan pilih kita. Tuhan sejak awal sudah memilih dan menetapkan untuk berbuah dan buah itu tetap. Supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama Ku, diberikan Nya kepadamu.  Supaya hal meminta kepada Bapa bisa terjadi, kita harus berbuah. Sasaran Yesus adalah berbuah.

- Yoh 15 : 8

Apakah saudara mau memuliakan Tuhan? Caranya jika engkau berbuah banyak dan dengan demikian engkau adalah Murid Tuhan.

- Mat 12 : 33

Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. Identitas sejati dalam mengikut Yesus dikenal dari buah yang dihasilkan.

3 kunci untuk berbuah

1. Mat 3: 10

Berbicara pohon seperti pribadi kita, kalau tidak berbuah pasti akan ditebang, untuk mendapatkan buahnya pasti ada hubungannya dengan akar. Kalau orang Kristen yang rindu untuk berbuah terlebih dahulu harus membereskan di persoalan akar. Kekuatan sebuah pohon tidak pernah dilihat dari batang, ranting atau pun daun, tetapi dilihat dari seberapa dalam akar nya merambat kedalam. Kita harus perkuat dari akar terlebih dahulu, karena akar adalah pondasi kita. Iblis akan serang orang Kristen dari akar terlebih dahulu. Berbicara tentang akar tentu kita ingat tentang pondasi, dua macam dasar rumah yang dibangun sama tetapi dibangun dengan pondasi yang berbeda.  Akan ada 3 serangan yang akan melanda rumah itu :

  1. Banjir : akan menyerang pondasi
  2. Hujan : akan menyerang atap
  3. Angin : akan menyerang struktur

Orang Kristen tidak suka mengurus akar, dikarenakan akar tidak terlihat. Fokus orang Kristen hanya pada yang terlihat yaitu kemasan yang dapat dilihat orang lain. Masa depan kemasaan berakhir di tong sampah. Fokus pada isi. Iman itu berbicara dasar. Perkuat iman. Iman itu kurang fakta minus data. Bereskan permasalahan dari akar dahulu, seberapa dalam akar menentukan sebarapa tinggi bangunan kehidupan yang orang Kristen bangun.

2. Yoh 15 : 1 – 5

Persoalan untuk berbuah itu hubungannya dengan tinggal di dalam Tuhan. Seberapa dalam hubungan pribadi kita dengan Yesus. Kerinduan untuk berjumpa dengan Yesus tiap hari, bangun displin rohani, bangun jam doa.

Tujuan dari keintiman :

  • Menikmati kebersamaan
  • Mengandung ( berbuah )

Jangan hanya berhenti untuk menikmati waktu kebersamaan dengan Tuhan, tetapi kita harus berbuah.

3. Yoh 12 : 24

Apakah saudara mau berbuah?  Susah untuk berbuah kalau kita terus dituntun oleh kedangingan kita,mau berbuah harus mematikan danging terlebih dahulu. Detik yang sama daging kita mati, detik yang sama pula roh kita hidup. Harus ada yang mati dalam hidup. Seperti hal nya dalam hubungan rumah tangga,di butuhkan 2 orang bertengkar tetapi hanya butuh 1 orang untuk menyelesaikan masalah kalau yang 1 bisa mematikan daging terlebih dahulu.Kedalaman penyembahan berhubungan dengan kedalaman pengenalan akan Yesus. Kenapa kita sukar untuk menyembah? Karena mungkin Yesus belum berarti banyak dalam kehidupan kita. Kalau Yesus berarti banyak, pernyembahan akan mudah untuk di lakukan. Seperti persoalan akan akar masalah wanita Samaria di bereskan, dia bisa menceritakan Yesus pada seluruh kota.

FOKUS untuk cek dan bereskan akar masalah kita, dan tetap tinggal di dalam Yesus, dan mati untuk hal-hal kedagingan kita. Cek Spiritualitas saudara tahun depan!!