{"id":1716,"date":"2023-08-10T11:06:48","date_gmt":"2023-08-10T04:06:48","guid":{"rendered":"http:\/\/smcc.or.id\/?p=1716"},"modified":"2023-08-10T11:09:10","modified_gmt":"2023-08-10T04:09:10","slug":"peran-komunitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smcc.or.id\/?p=1716","title":{"rendered":"Peran Komunitas"},"content":{"rendered":"<p>Speaker : Pdt. Budi Utomo<\/p>\n<p>Komunitas adalah <span style=\"text-decoration: underline;\">GAYA HIDUP<\/span><br \/>\nKomunitas bukanlah program tetapi gaya hidup, karena dimanapun kita berada kita tidak akan pernah lepas dari kehidupan berkomunitas. Hal ini disebabkan karena manusia diciptakan segambar dengan Allah dan gaya hidup Allah adalah gaya hidup &#8220;kita&#8221; (Kejadian 1:26).<\/p>\n<p><strong>Kerajaan Allah<\/strong> (Lukas 12:31 &#8211;<em>\u00a0Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.<\/em>)<\/p>\n<ul>\n<li>Kerajaan itu bicara tentang pemerintahan (otoritas dan kuasa). Kerajaan surga itu adalah pemerintahan. Surga itu sama seperti istana merdeka, maka pemerintahannya itu dari sabang-merauke.<\/li>\n<li>Kerajaan itu proses. Proses belajar memerintah bersama Yesus melalui: melayani jiwa-jiwa serta tunduk dan taat pada Yesus. Maka dari itu kalau tidak melayani jiwa-jiwa atau hidup untuk diri sendiri, kita tidak akan memerintah. Semua hal ini bisa belajar dari kelompok kecil atau komunitas.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>DIPANGGIL<\/strong><\/span><\/p>\n<p>1 Petrus 2:9,<\/p>\n<blockquote><p><em>Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Gereja harusnya seperti ini: dari gelap kepada terang-Nya yang ajaib<\/p>\n<p>Pertobatan = perpindahan<br \/>\nDari kerajaan gelap ke kerajaan terang<br \/>\nPerumpamaan: kalau kita punya rumah lama &amp; mau diubah maka harus ada rumah yang baru. Maka dari itu kita harus bisa jadi rumah yang baru (kerajaan terang).<\/p>\n<p>Manusia itu MAKHLUK COMMUNAL.<br \/>\nKenapa manusia dari rumah baru bisa ke rumah lama? Karena komunitas tersebut tidak menjawab kebutuhan<\/p>\n<p>Itu mengapa..<br \/>\nKebutuhan utama seseorang yang baru bertobat adalah meninggalkan komunitas lama (belum bertobat) dan masuk dalam komunitas baru (sudah bertobat).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>DIBENTUK<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li>Karakter<br \/>\n-&gt; PEMBENTUKAN<br \/>\nPembentukan karakter tidak bisa hanya sekedar diajarkan, tetapi harus dialami<br \/>\nKita harus berproses didalamnya supaya ada pembentukan karakter<br \/>\n-&gt; SALING MENAJAMKAN<br \/>\nHarus terjadi gesekan dan gesekan hanya bisa terjadi dengan orang yang dekat dengan kita<br \/>\nSakit hati pasti dengan orang yang dekat<br \/>\nGesekan harus terjadi<br \/>\nPasti dengan orang yang dekat, karena yang namanya gesekan pasti terjadi ketika kita dekat<\/li>\n<li>Pembentukan karakter<br \/>\n-&gt; PANJANG SABAR<br \/>\nHarus melalui penderitaan dalam waktu yang lama<br \/>\nHarus berada dalam komunitas untuk berkumpul dan sama-sama menderita<br \/>\n-&gt; MENGAMPUNI<br \/>\nHarus mengalami luka atau dilukai terlebih dahulu<br \/>\nKalau ingin menang, harus belajar mengampuni. Mengampuni itu bukan melupakan, tapi ketika kita melihat orang yang melukai kita dan kita masih biasa aja<br \/>\n-&gt; MURAH HATI<br \/>\nMemberi kepada orang yang kita tidak sukai<\/li>\n<\/ul>\n<p>Komunitas bisa membuat orang bertumbuh, diproses, dan dibentuk. Pembetukan karakter yg paling efektif hanya melalui KOMUNITAS kecil. Orang yang tidak mau dibentuk pasti menghindari komunitas kecil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>DIUTUS<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Kolose 1:28,<\/p>\n<blockquote><p><em>Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Menjadi pemimpin: memberitakan Kristus kepada setiap orang, menasehati tiap-tiap orang, mengajar tiap-tiap orang, memimpin tiap-tiap orang.<br \/>\nKebanggaan pemimpin komunitas itu bukan komunitasnya rukun, tapi berapa banyak komunitas tersebut melahirkan pemimpin-pemimpin dan bermultiplikasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong><span class=\"WdYUQQ text-decoration-none text-strikethrough-none\">Pembentukan pemimpin dan praktek kepemimpinan paling efektif melalui: <\/span><span class=\"WdYUQQ text-strikethrough-none text-decoration-underline\">Komunitas dan Pembapaan<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Speaker : Pdt. Budi Utomo Komunitas adalah GAYA HIDUP Komunitas bukanlah program tetapi gaya hidup, karena dimanapun kita berada kita tidak akan pernah lepas dari kehidupan berkomunitas. Hal ini disebabkan karena manusia diciptakan segambar dengan Allah dan gaya hidup Allah adalah gaya hidup &#8220;kita&#8221; (Kejadian 1:26). Kerajaan Allah (Lukas 12:31 &#8211;\u00a0Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.) Kerajaan itu bicara tentang pemerintahan (otoritas dan kuasa). Kerajaan surga itu adalah pemerintahan. Surga itu sama seperti istana merdeka, maka&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1716","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1716","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1716"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1716\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1718,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1716\/revisions\/1718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1716"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1716"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1716"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}