{"id":1799,"date":"2023-12-01T10:23:11","date_gmt":"2023-12-01T03:23:11","guid":{"rendered":"http:\/\/smcc.or.id\/?p=1799"},"modified":"2023-12-01T10:23:11","modified_gmt":"2023-12-01T03:23:11","slug":"growing-in-the-sweetness-of-god","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smcc.or.id\/?p=1799","title":{"rendered":"Growing in the Sweetness of God"},"content":{"rendered":"<p>Speaker: Pdt. Cornelius Wing<\/p>\n<blockquote><p><em><strong>Mazmur 34:8<\/strong><\/em><br \/>\n<em><strong>\u201cKecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!\u201d<\/strong><\/em><br \/>\n<em><strong>Kalau kita belum mengecap rasa baiknya Tuhan, berarti belum merasakan Tuhan, namun hanya agama.<\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>1 hal yang tidak bisa Dia lakukan, yaitu Tuhan tidak bisa tidak melakukan hal yang tidak baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Harusnya pemahaman Tuhan itu baik sama dengan pemahaman Tuhan itu kudus.<br \/>\nKalau nda percaya Tuhan itu baik, yang terpengaruhi itu hubungan dengan Tuhan (terjadi disconnected dengan Tuhan).<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Iman harus di-energized!<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ada dikotomi dalam kekristenan (dikotomi adalah pembagian jadi 2)<br \/>\nContoh dikotomi, ada 2 pemikiran berbeda:<br \/>\n\u2043 &#8220;Allah di surga itu sepertinya keras&#8221;<br \/>\n\u2043 &#8220;Yesus itu lembut&#8221;<\/p>\n<p>Yohanes 14:7-9<br \/>\n\u201cSekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.\u201d Kata Filipus kepada-Nya: \u201dTuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.\u201d Kata Yesus kepadanya: \u201dTelah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.\u201d<br \/>\n\u202d\u202dPenyelesai dikotomi di kepala: LIHAT YESUS!<\/p>\n<p>Dikotomi dunia mengenai kesembuhan:<br \/>\nIman seseorang terhadap kesembuhan itu rontok karena tidak paham.<br \/>\nKesembuhan menurut :<br \/>\n\u2043 <em>Keluaran 15:26, \u201cfirman-Nya: \u201dJika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.\u201d\u201d<\/em> -&gt; tugas perj. Lama dan baru itu berbeda. Kalau lama, kita melakukan dosa pasti akan ada konsekuensi.<br \/>\n\u2043 <em>Lukas 13:16, \u201cBukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?\u201d\u201d<\/em> -&gt; penyakit itu bukan perbuatan Tuhan, melainkan perbuatan setan.<br \/>\n&#8211; Matius 15:30. semua disembuhkan, tidak ada satupun yang tidak akan disembuhkan, yang terpenting adalah kesediaan untuk mau datang dan merendahkan hati kepada Yesus, bahkan Yesus tidak melihat moral kita untuk kita bisa sembuh (yohanes 5:8, Yohanes 5:14)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Speaker: Pdt. Cornelius Wing Mazmur 34:8 \u201cKecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!\u201d Kalau kita belum mengecap rasa baiknya Tuhan, berarti belum merasakan Tuhan, namun hanya agama. 1 hal yang tidak bisa Dia lakukan, yaitu Tuhan tidak bisa tidak melakukan hal yang tidak baik. Harusnya pemahaman Tuhan itu baik sama dengan pemahaman Tuhan itu kudus. Kalau nda percaya Tuhan itu baik, yang terpengaruhi itu hubungan dengan Tuhan (terjadi disconnected dengan Tuhan). Iman harus di-energized! &nbsp;&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1799","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1799"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1799\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1800,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1799\/revisions\/1800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}