{"id":2102,"date":"2025-04-23T11:29:03","date_gmt":"2025-04-23T04:29:03","guid":{"rendered":"https:\/\/smcc.or.id\/?p=2102"},"modified":"2025-04-23T11:29:03","modified_gmt":"2025-04-23T04:29:03","slug":"mekanisme-mendengar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smcc.or.id\/?p=2102","title":{"rendered":"Mekanisme Mendengar"},"content":{"rendered":"\n<p>Speaker by: Agnes Getty<\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 8 : 18<\/p>\n\n\n\n<p>Telinga tidak pernah berhenti mendengar 24\/7. Tapi pendengaran kita terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita perlu memilih apa yang perlu didengar.<\/p>\n\n\n\n<p>Mendengar itu sekaligus berpikir.<\/p>\n\n\n\n<p>* Telinga memiliki ilusinya sendiri<\/p>\n\n\n\n<p>* Mendengar sepaket dengan berpikir<\/p>\n\n\n\n<p>* Pemikiran kita punya latar belakangnya sendiri (masa lalu, trauma, referensi pengalaman)<\/p>\n\n\n\n<p>* Kita cenderung percaya dengan pemikiran kita<\/p>\n\n\n\n<p>* Dunning Krufer Effect: Sok tau dan merasa tau semuanya, semakin belajar lagi semakin kita merasa tidak tau apa-apa<\/p>\n\n\n\n<p>* Sesat pikir: Kita mendengar tapi tidak mengerti (Matius 13 : 13). Kita sering mendengar tapi sering tidak mengerti (1 Korintus 3 : 19). Ketika kita tidak dengan Tuhan itu titik dimana kita tidak tahu apa-apa.<\/p>\n\n\n\n<p>Mendengar + Berpikir = Didengar<\/p>\n\n\n\n<p>* Tidak terasa tapi pasti terjadi<\/p>\n\n\n\n<p>* \u201cWe believe so we speak\u201d &#8211; 2 Korintus 4 : 13)<\/p>\n\n\n\n<p>* Salah berpikir = orang salah mendengar<\/p>\n\n\n\n<p>Memahami<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah lihat kita jadi paham (Keluaran). Pemahaman itu penting (Proverbs 2 : 6). Hikmat itu adalah prinsip paling penting. Pemahaman itu hanya bisa didapat bersama Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Memahami + Mendengar(kan)<\/p>\n\n\n\n<p>(1 Samuel 3 : 3 &#8211; 10) Mendengarkan artinya memusatkan perhatian untuk mendengar.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita selalu mendengar sepaket dengar berpikir. Ketika kita mendengar dan berpikir kita akan didengar. Memiliki pemahaman baru sehingga mau memperdengarkan kebaikan Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Memahami + Mendengar(kan) = Memper-dengar-kan (Intensional untuk memperdengarkan)<\/p>\n\n\n\n<p>(Markus 5 : 42)<\/p>\n\n\n\n<p>Kagum = Senang sekali<\/p>\n\n\n\n<p>(Roma 4 : 15)<\/p>\n\n\n\n<p>Kenapa kita sering sungkan memperdengarkan kebaikan Tuhan?<\/p>\n\n\n\n<p>* Takut dibenci<\/p>\n\n\n\n<p>* Dihujat<\/p>\n\n\n\n<p>* dll<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi ada Tuhan yang beri kekuatan. Melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan. Berjalan bersama (Walk in His Kingdom).<\/p>\n\n\n\n<p>Mekanisme mendengar: Mendengar + Berpikir = Memahami<\/p>\n\n\n\n<p>Memahami + Mendengarkan = Memperdengarkan<\/p>\n\n\n\n<p>(Roma 10 : 14c)<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ada ruginya memperdengarkan Tuhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Speaker by: Agnes Getty Lukas 8 : 18 Telinga tidak pernah berhenti mendengar 24\/7. Tapi pendengaran kita terbatas. Kita perlu memilih apa yang perlu didengar. Mendengar itu sekaligus berpikir. * Telinga memiliki ilusinya sendiri * Mendengar sepaket dengan berpikir * Pemikiran kita punya latar belakangnya sendiri (masa lalu, trauma, referensi pengalaman) * Kita cenderung percaya dengan pemikiran kita * Dunning Krufer Effect: Sok tau dan merasa tau semuanya, semakin belajar lagi semakin kita merasa tidak tau apa-apa * Sesat pikir:&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2102","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2102"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2102\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2103,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2102\/revisions\/2103"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}