{"id":2108,"date":"2025-04-25T11:43:12","date_gmt":"2025-04-25T04:43:12","guid":{"rendered":"https:\/\/smcc.or.id\/?p=2108"},"modified":"2025-04-25T11:43:12","modified_gmt":"2025-04-25T04:43:12","slug":"iri-hati-vs-murah-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smcc.or.id\/?p=2108","title":{"rendered":"Iri Hati vs Murah Hati"},"content":{"rendered":"\n<p>Speaker by: Budi Utomo<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Matius 20:1-16<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ayat 1-7<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ada 2 keadaan:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pekerja yang qualified<\/li>\n\n\n\n<li>Pekerja yang sepantasnya nanti akan diberi (diupah)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Kata \u201cmenganggur\u201d di bahasa aslinya \u201cargos\u201d, artinya :\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Malas<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak berguna<\/li>\n\n\n\n<li>Tanpa tujuan<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak melakukan apa-apa<\/li>\n\n\n\n<li>Lambat<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sesungguhnya, ini menggambarkan \u201ckita\u201d. Tuan kita adalah Yesus. Tuan kita masih mencari, memakai, dan memberi kita upah.. Harusnya kita tidak dapat apa-apa dan dibiarkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana dengan kita? Kalau kita sadar arti dari penebusan maka bisa membuat kita tersadar bahwa kita bukan siapa-siapa.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaan selanjutnya, apa yang kita lakukan untuk berjalan dalam KerajaanNya?<\/p>\n\n\n\n<p><em>Mencari atau mengabaikan jiwa?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Menerima atau menghakimi jiwa?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Memberi kesempatan atau membuang?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Ayat 8<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ujian respon<\/li>\n\n\n\n<li>Masalah tidak pernah salah, tapi respon kita terhadap masalah itu yang membuat kita benar atau salah<\/li>\n\n\n\n<li>Belajar untuk meresponi masalah dengan benar<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>5 Golongan Pekerja<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pagi pagi benar<\/li>\n\n\n\n<li>Pukul 09.00<\/li>\n\n\n\n<li>Pukul 12.00<\/li>\n\n\n\n<li>Pukul 15.00<\/li>\n\n\n\n<li>Pukul 17.00<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Ayat 9-11<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Iri hati. Definisinya:<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><em>Dosa kecemburuan atas berkat-berkat dan pencapaian orang lain. Terutama kenikmatan rohani dan kemajuan Kerajaan Kristus yang diberikan secara cuma-cuma dan penuh kasih karunia kepada umat Allah.<\/em><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ciri-ciri orang iri hati:\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Suka membandingkan<\/li>\n\n\n\n<li>Enggan mengakui kesuksesan orang lain<\/li>\n\n\n\n<li>Suka mencari kelemahan orang lain<\/li>\n\n\n\n<li>Merasa kurang dari orang lain<\/li>\n\n\n\n<li>Sering mengeluh dan merasa tidak puas<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Ayat 15<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Murah hati. Definisinya:\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Respon atas anugerah keselamatan dari Tuhan<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Murah hati tak berdiam diri saat melihat orang yang membutuhkan<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Murah hati berarti mau terlibat dalam penderitaan orang lain karena tak kuasa meninggalkannya<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Kesediaan untuk menerima dan memaafkan<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Kasih yang ditunjukkan dalam perbuatan<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Ayat 16<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Akibat dari iri hati: bisa membalikkan keadaan baik menjadi buruk<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Speaker by: Budi Utomo Matius 20:1-16 Ayat 1-7 Sesungguhnya, ini menggambarkan \u201ckita\u201d. Tuan kita adalah Yesus. Tuan kita masih mencari, memakai, dan memberi kita upah.. Harusnya kita tidak dapat apa-apa dan dibiarkan. Bagaimana dengan kita? Kalau kita sadar arti dari penebusan maka bisa membuat kita tersadar bahwa kita bukan siapa-siapa. Pertanyaan selanjutnya, apa yang kita lakukan untuk berjalan dalam KerajaanNya? Mencari atau mengabaikan jiwa? Menerima atau menghakimi jiwa? Memberi kesempatan atau membuang? Ayat 8 5 Golongan Pekerja Ayat 9-11 Dosa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2108","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2108","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2108"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2108\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2109,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2108\/revisions\/2109"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2108"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2108"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smcc.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2108"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}