Article

PENYEMBAHAN - MENYEMBAH YANG KITA KENAL3

Yohanes 4 : 20-24
"Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Banyak orang yang berpikir bahwa penyembahan adalah menyanyi di gereja, dengan musik dan suara. Namun jika kita melihat dari ayat di atas, menyembah ternyata justru dihubungkan dengan pengenalan. Terlalu banyak orang Kristen yang berpikir bahwa Tuhan baru hadir ketika semua liturgi ibadah sudah kita jalankan, musik nya lagi bagus dan suara WL dan singernya merdu. Tuhan hadir bukan karena semua itu melainkan hanya karena melihat hati kita.

Jika diingat dari 2 cerita di Alkitab dimana Yesus bertemu dengan perempuan berdosa (Perempuan Samaria dan perempuan yang meminyaki kaki Tuhan), Yesus justru bicara tentang penyembahan! Tidak ada latar belakang dari kedua perempuan itu yang cukup suci untuk dianggap layak menyembah di jaman sekarang ini. Penyembahan sekali lagi tidak berkaitan dengan latar belakang kita tetapi dengan keintiman. Penyembahan hanya butuh hati dan pengertian. Pengertian datang dari pengenalan.

Kepuasan apapun yang kita dapat di dunia ini tidak sebanding dengan kepuasan ketika kita berhubungan dengan Yesus. Kita hanya bisa menyembah sejauh pengenalan kita akan Yesus. Jangan membiasakan diri mencontoh penyembahan orang lain. Penyembahan tidak bisa dicontoh karena bergantung pada pengenalan dan pengenalan kita berbeda-beda. Datanglah dengan bebas (feel free). Apapun yang Tuhan taruh dalam hati kita pada hari atau waktu itu, itulah yang harus kita ekspresikan untuk Tuhan. Jangan terjebak dalam penyembahan agamawi. Karena agama hanya mengajarkan penyembahan tanpa hubungan. Penyembah agamawi lebih terfokus pada tata cara, pola, aturan tanpa adanya hubungan. Itulah yang membuat penyembahan kita tidak memiliki kehidupan dan kuasa.

Hari-hari ini sadarkah kita bahwa gereja sedang kehilangan ketulusan? Kita suka datang pada Tuhan untuk mencari sesuatu (Yoh 1:38). Tanyalah pada diri kita sendiri apa yang kita cari ketika kita hendak bertemu Tuhan? Apa berkatNya atau pribadiNya. Hati kita sering berubah. Jadi seringlah duduk di kaki Tuhan dan evaluasi hati kita. Datanglah bukan untuk pamer kerohanian atau apapun tetapi cukup hanya datang dan memberi. Hanya untuk menyembah.

Jika mengaitkan penyembahan dengan ucapan syukur, perlu diingat bahwa menyembah tidak tergantung pada situasi atau apapun yang kita terima. Kitab Mazmur banyak mengajarkan untuk  bersyukur kepada Tuhan sebab Ia baik. Berarti bukan bersyukur karena kita sedang dalam keadaan baik. Meskipun keadaan kita tidak baik, Dia tetap baik.

Definisi penyembahan adalah ekspresi kasih kita yang dalam dan tulus buat Tuhan. Bentuknya bisa banyak macam. Dapat melalui nyanyian, lewat pekerjaan kita, dan lewat kehidupan kita. PAW (Praise and Worship) hanyalah sebagian kecil dari penyembahan.

Penyembahan haruslah bersifat spontan (kita bebas berekspresi), bebas, tulus, bergairah, kagum, hormat, serta penuh sukacita kepada Tuhan. Ekspresi menyembah tidak harus sama karena cara Tuhan menyentuh tiap orang berbeda. Penyembahan tidak diukur dari cara dan reaksi kita. Justru kita harus menemukan ekspresi penyembahan kita dan mempraktekkannya.

Keindahan sebuah penyembahan melampaui kata kata, musik, lagu yang kita nyanyikan/mainkan dengan indah. Keindahan penyembahan ditemukan ketika penyembahan menjadi ekspresi cinta yang tulus, lepas, dan penuh gairan kepada Bapa di sorga. Penyembah sejati menyembah dari pengenalannya akan Tuhan. Pengenalan akan Tuhan bertumbuh dalam keintiman.

Jika dilihat dari bahasa aslinya, penyembahan atau proskuneo artinya mencium. Perlu disadari bahwa kita hanya bisa menyembah/mencium Bapa setelah kita terlebih dulu dicium oleh Bapa (1 Yoh 4:10). Kesetiaan kita dibangun di atas hubungan kasih kita dengan Bapa.

Sebagai contoh sederhana : Penyembahan itu seperti anjing yang bertemu majikannya. Penyembahan dimulai ketika Bapa mencium kita. Kita mulai mengenal Dia. Sejak kita mengenal Dia, kita akan punya banyak alasan untuk menyembah Dia.
Terkadang justru Tuhan yang sudah ingin mencium kita karena ingin menunjukkan bahwa Dia peduli dan mengasihi kita. Dia tahu apa yang kita alami. Sama seperti orang tua yang rindu mencium anaknya.

Bagaimana caranya kita menyembah yang benar?

Dalam Matius 6:5-6, dikatakan doa atau penyembahan itu adalah hal yang pribadi. Hanya kita dengan Tuhan. Bapa melihat yang tersembunyi dalam hati kita. Lihat motivasi kita apakah kita tulus mencari Dia, kerinduan kita akan Dia, dan pengenalan kita. Tuhan tidak melihat kekurangan kita. Dia hanya ingin kita. Karena itu, satu satunya cara adalah dengan mengambil waktu pribadi tanpa gangguan untuk mengalami kasih Bapa, mengenal Dia, dan mengekspresikan kasih Kita untuk Dia dari dasar hati kita dengan tulus.

Selamat menyembah!