Article

Rahasia Kebugaran Yesus3

Menjadi bugar tentu saja merupakan keinginan setiap orang normal. Pernahkah kita berpikir tentang kebugaran roh Yesus? Yesus hanya 3.5 tahun pelayanan namun seluruh pelayananNya sangatlah efektif. Sadarkah kita bahwa salah satu faktor terpenting dari kebugaran adalah makanan? Apa yang kita makan akan sangat menentukan kebugaran dan kesehatan kita. Bukan hanya jasmani yang terpengaruh dengan makanan jasmani melainkan rohani juga.

Sering kali kita mendapati masalah kita bertumbuh atau meningkat kesulitannya tetapi roh kita tidak bertumbuh dalam kurun waktu yang sama dengan pertumbuhan masalah kita. Sehingga kita sering datang ke ibadah dengan kondisi roh yang capek dan babak belur, dan berharap memperoleh penyegaran roh di 2 jam ibadah. Bukan berarti penyegaran di ibadah adalah sesuatu yang salah. Namun ketika kebugaran kita hanya di sana saja, makanya ibadah hanya jadi tempat kita dikuatkan dan kehilangan makna yang lainnya.

Membahas mengenai ibadah, di dalam ibadah terdapat penyembahan. Tahukah anda bahwa penyembahan dimulai jauh sebelum lagu ditemukan? Penyembahan bukan tentang alunan melodi tetapi masalah sikap hati.  Jika kita mendapati diri kita susah menyembah, maka mungkin Yesus tidak berarti banyak buat kita. Di kisah Yesus dan perempuan Samaria, Yesus mengaitkan isu penyembahan dengan isu pengenalan. Kita menyembah karena kita kenal. Lantas jika kita menyembah tanpa pengenalan itu sama saja dengan kita sedang melacurkan diri kita dimana kita berhubungan intim dengan orang yang tidak kita kenal.

Apa yang bikin Yesus bugar?
1. Yohanes 4:34 (TB)  Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya."

Orang Kristen jaman sekarang cenderung menganggap kehendak Tuhan sebagai beban. Padahal sebenarnya itu merupakan makanan yang membuat roh kita bugar. Semakin kita taat, semakin kehendak Tuhan dinyatakan atas kita. Mari membiasakan diri untuk bukan saja punya rasa ingin tahu Tuhan berkehendak apa tetapi justru punya rasa ingin taat kepada kehendakNya.

Kisah Para Rasul 9:5-6 menceritakan pertemuan Saulus dengan pribadi Yesus. Perjumpaan dengan Yesus berarti memperoleh identitas baru.
Di ayat ke 5 ditunjukkan bahwa isu kekristenan adalah isu pengenalan. Saulus bertanya siapakah Tuhan dan Tuhan memperkenalkan diriNya. Perjumpaan dan pengenalan akan Tuhan mempengaruhi penyembahan dan keputusan-keputusan yang kita buat.
Di ayat ke 6, ditunjukkan bahwa isu perjumpaan tidak hanya berhenti sampai di sana, tetapi dilanjutkan dengan tugas dan misi. Tidak ada perjumpaan yang berujung tanpa misi.

2. Markus 1:35 (TB) "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana"
Rahasia kebugaran Yesus adalah gaya hidup yang menanti-nantikan Bapa. Seringkali pengalaman habis akal membuat kita berjumpa dengan Dia. Ditengah kekuatiran kita, kita mencari Dia. Seseorang kuatir karena tidam ada lagi yang bisa menjamin apa yang kita takuti. Menanti Tuhan untuk bersekutu secara intim dengan Dia, bukan hanya meminta. Keintiman yang sebenarnya adalah duduk diam dan mendengarkan.

Kenapa seringkali kita susah menanti-nantikan Tuhan?
1.Karena menanti itu penuh kesabaran. Waktu Tuhan bukan waktu kita. Yesus pernah sengaja menunda untuk datang ke tempat Lazarus karena Dia ingin mengajarkan kita sesuatu (Yohanes 11:14-15)

2. Ujian penantian
Menanti-nantikan sesuatu adalah ujian terhadap apa yang kita ingini. Jika kita memang yakin dengan apa yang kita tunggu, maka kita akan menanti dengan setia. Ingatlah selalu bahwa Tuhan punya kerinduan dan kehausan untuk dicari.

Yesaya 30:18-21

Orang yang terbiasa menanti-nantikan Dia, akan mendapati Yesus sebagai pengajar. "Tetapi matamu akan terus mlihat Dia" (ayat 20). Selain itu kita akan semakin mudah menemukan Dia. Efek penantian kepada Tuhan adalah tuntunan Tuhan nyata atas hidup kita (ayat 21).

Mari membangun pendengaran dan roh kita lewat gaya hidup yang menanti-nantikan Dia.