Transform into Christlikeness

Transform into Christlikeness

Speaker: Ps. Daniel Tanudjaja

 

Roma 12:1-2

1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati

2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahkan oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Transformasi adalah cara Tuhan untuk membawa kita semua bertumbuh menuju kesurupan pada Kristus.

 

Dua aspek utama transformasi terjadi dalam hidup kita:

  1. Mempersembahkan Tubuh: diperlukan karena proses transformasi membutuhkan sebuah kerelaan akan penyerahan hidup yang sepenuhnya.
  2. Perubahan Pikiran: “Metamorfosa” seringkali diumpamakan dengan proses ulat menjadi kupu-kupu. Suatu perubahan yang terjadi dari dalam keluar.

Dalam menghidupinya ini adalah proses yang tidak mudah, tetapi harus dijalani.

 

Yakobus 1:2-4,

2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

 

1 Petrus 4:12-13,

12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

 

Oleh sebab itu transformasi menuju keserupaan pada Kristus membutuhkan:

  1. Kesendirian/Kesepian → sebagaimana ulat yang berada dalam kepompong, dia sendirian ada disana (contoh: Wahyu 1:9, Yohanes di Patmos, Elia di Sungat Kerit, Musa dirumah mertua dan gunung sinai, Yesus di padang gurun, dst)
  2. Proses yang seringkali terasa menyakitkan → ulat itu harus rela mengalami “pembunuhan” identitas dirinya untuk bisa berubah menjadi identitas yang lebih baik [ulat jadi kupu-kupu] (contoh: Kejadian 37:28, 1 Samuel 19:10, Galatia 4:19)
  3. Penantian yang panjang (kronos vs kairos) → penantian Abraham selama 25 tahun untuk mendapatkan Ishak yang dijanjikan Tuhan (contoh: Kejadian 12:1, Roma 4:18-21)

 

Kualitas yang kita perlukan agar berhasil:

  1. Kesabaran melalui proses (Ibrani 6:15, 2 Timotius 2:10, Yakobus 5:7)
  2. Kesetiaan pada proses (2 Petrus 2:5, 1 Samuel 24:5-7, Lukas 3:23). Kita bisa mengalami disalahmengerti dan direndahkan, ujian sikap (mati terhadap ego), penundukkan diri sepenuhnya.
  3. Sikap yang teguh untuk terus memandang pada visi kemuliaan (Efesus 1:18, Kolose 3:1-2, 2 Korintus 3:17-18).

 

Contoh kegagalan proses metamorfosa adalah seperti ketika kita memotong kepompong sebelum saatnya:

  1. Kegagalan Israel generasi pertama di Padang Gurun.
  2. Orang-orang yang tadinya bersama dengan Yesus dan juga rasul-rasul tetapi kemudian meninggalkan mereka.

 

Tetapi semuanya ini pasti mampu kita selesaikan karena kasih karuniaNya (Efesus 1:5-6, 2 Korintus 3:18)

Leave a Comment