Article

Perjumpaan Dengan Yesus3

Natal seringkali hanya dirayakan sebagai suatu sukacita umum dimana semua orang merayakan. Dan seringkali juga Natal hanya diingat sebagai hari kelahiran Yesus. Kita bersukacita karena Yesus telah lahir ke dunia. Sebenarnya arti Natal tidaklah sesederhana itu. Yesus benar telah lahir ke dunia, tetapi apakah Yesus telah lahir di hati kita?

Sukacita ketika berjumpa dengan Yesus tidak hanya dirasakan oleh orang majus dan para gembala. Wanita yang pendarahan 12 tahun, Zakheus dan perempuan Samaria adalah orang-orang yang berbahagia karena bertemu dengan Dia. Perjumpaan dengan Yesus adalah hal yang mengubahkan kehidupan seseorang. Tidak ads keradikalan yang terjadi tanpa perjumpaan. Ambil contoh 2 peristiwa di Alkitab dimana ada orang yang ingin berjumpa dengan Yesus namun berakhir dengan cerita yang berbeda. Kedua orang itu adalah anak muda yang kaya (Mat 19:16-22) dan Zakheus (Luk 19:4-9).

Baik Zakheus maupun orang muda adalah orang yang kaya dan mereka mencari Yesus hendak bertemu. Orang muda bertanya kepada Yesus bagaimana memperoleh hidup kekal. Yesus bahkan meminta sesuatu kepada anak muda itu. Tapi pada akhirnya si anak muda tidak bisa melakukan. Apakah anak muda itu bukan orang baik? Dia telah melakukan yang baik bahkan sebelum bertemu Yesus. Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk berbuat baik kita tidak butuh Yesus. Namun jelas butuh Yesus untuk berbuat benar, tidak hanya baik. Kenapa? Karena Yesus adalah kebenaran (Yoh 14:6).

Di satu sisi, Zakheuus adalah kepala pemungut cukai yang cacat (pendek tubuhnya) dan ditakuti orang. Tapi dia membuang gengsinya untuk naik ke atas pohon demi berjumpa dengan Yesus. Sebegitu inginnya Zakheus sehingga kerinduannya menarik Yesus kepadanya. Disebutkan di ayat itu, Yesus berkata bahwa hari itu Dia harus menumpang di rumah Zakheus. Yang menarik dari cerita Zakheus jika dibandingkan dengan cerita orang muda adalah Yesus tidak pernah meminta Zakheus apapun tetapi karena Zakheus telah berjumpa dengan pribadi Yesus, dia rela membagikan hartanya dan bahkan memulai lembaran baru dengan hutang! Betapa dahsyatnya efek dari perjumpaan! Jika hidup kita belum berubah, mungkin kita belum berjumpa dengan Kebenaran itu. Mari merayakan Natal bukan hanya sekedar perayaan hari lahir, tapi mari memastikan apakah Yesus lahir di hati kita. Apakah kita telah berjumpa Yesus setiap hari?